Berita Utama

[News][bleft]

Sari Berita

[Sekilas][twocolumns]

Festival Olahan Hasil Peternakan Kabupaten Madiun

MADIUN (TBM KRIDHARAKYAT) - Dengan mematuhi protokol kesehatan (prokes), Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Madiun, Selasa (17/11) dan Rabu (18/11) menggelar Festival Makanan Khas dan Olahan Hasil Peternakan. Kegiatan tersebut merupakan  rangkaian  peringatan HKG (Hari Kesatuan Gerak) PKK-KKBPK-Kesehatan tahun 2020. 

 


Festival makanan khas Kabupaten Madiun yang diikuti oleh 15 Kecamatan tersebut,  untuk hari pertama, digelar Lomba Inovasi Nasi Carub dengan memanfaatkan potensi lokal dan hari kedua Lomba olahan pangan peningkatan protein hewani yang berbahan dasar daging hasil peternakan.
Festival tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua TP PKK Kabupaten Madiun Ny.  Penta Lianawati Ahmad Dawami, SE, M.Si didampingi Wakil Ketua Ny. Erni Hari Wuryanto, SE, di Pendopo Ronggo Djoemeno.

 


 

Dalam festival olahan hasil peternakan, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK melihat dari dekat olahan  inovasi dan kreasi  PKK Kecamatan dengan mendatangi setiap  stand dan mencicipi beberapa hasil olahan peserta lomba. “Kita mengajak ibu-ibu Kader PKK dan KWT mengolah makanan yang ada di sekitar kita menjadi olahan yang nilai jualnya tinggi. Terutama untuk makanan selingan di keluarga kita” tandasnya. 

 


Lebih lanjut dikatakan, lomba olahan pangan ini diharapkan menambah koleksi kuliner untuk mendukung obyek wisata di Kabupaten Madiun. “Selain memajukan wisata kita juga memunculkan kuliner kita,”tambahnya.




Usai berkeliling stand peserta lomba, Ketua TP PKK Kabupaten Madiun Ny. Penta Lianawati Ahmad Dawami, SE, M.Si merasa bangga karena Kader PKK sudah mengerti cara mengolah dan membuat komposisi bahan makanan menjadi olahan yang lezat. “Alhamdulillah, peserta lomba sudah banyak yang mengerti tentang cara menggolah bahan makan, karena apabila cara memasaknya salah maka akan mengurangi kandungan zat dan gizi dalam makanan”, tandasnya.

 


Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Madiun, Ir. Sus Mardijanti, mengatakan bahwa festival ini merupakan salah satu bagian evaluasi dari kegiatan-kegiatan /pelatihan sebelumnya. “Dalam festival ini kita mendatangkan tiga tim juri yakni Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, TP PKK Kab. Madiun  dan Indonesian Chef Association”, jelasnya.



Dalam kesempatan yang sama juga digelar Sosialisasi Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) dengan narasumber Dr. Ir. Marti Wirnarni, MP,  Dekan Fakultas Pertanian Universitas Merdeka Madiun. “Untuk mengisi waktu peserta lomba menata hasil masakan, peserta yang lain mengikuti sosialisasi Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman serta pemanfaatan pekarangan sebagai pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui fasilitas promosi bagi penganeka ragaman konsumsi pangan” tambahnya lagi. (ADV/KR-AGUNG).






IKLAN

Recent-Post