MEMAKSIMALKAN LAHAN PEKARANGAN DALAM MENJAGA KETAHANAN PANGAN PADA SITUASI PENDEMI COVID – 19
Oleh :
Tri Wahju Wismandijanto
DI tengah-tengah situasi pandemi Covid – 19 dirasa penting untuk mempertahankan usaha agar tetap berjalan seperti biasa. Namun banyak kendala membuat kita sulit untuk menjaga usaha tetap bisa berjalan normal. Pandemi Covid – 19 bukan hanya berdampak pada kesehatan masyarakat saja, tetapi juga bagi sebagian masyarakat dapat berdampak pada sisi ekonomi. Sehingga pandemic Covid – 19 secara mendadak mengubah cara hidup dan kinerja kita harus memutar otak dan mengubah cara agar kehidupan, pendidikan, bisnis dan usaha masih dapat berjalan. Hal ini berdampak pula bagi saya selaku seorang yang berprfesi sebagai pendidik dalam bidang pertanian dan perkebunan. Melihat fenomena ini salah satu alernatif yang dapat kami lakukan adalah tanggap dan sigap untuk memberikan solusi. Saya mencoba mempelzjari kemungkinan srategi untuk bagaimana agar dapat mampu bertahan akan situasi seperti yang kita hadapi sekarang ini.
Masa pandemic Covid – 19, menyadarkan kita bahwa Ketahan Pangan keluarga, lingkungan sekitar sangatlah penting apabila terjadi krisis pangan. Maka dari itu kita harus tahu bagaimana mengolah sumber makanan yang menjadi konsumsi setiap hari dapat kita maksimalkan secara mandiri.
Yuk, kita mulai dari rumah kita masing-masing dengan memanfaatkan palstik-plastik bekas yang sekaligus untuk menjaga lingkungan dengan cara menanam tanaman yang hampir setiap hari kita konsumsi bersama keluarga dan tetangga sekitar tempat tinggal. Salah satu konsepnya adalah memanfaatkan botol-botol plastik bekas air minum, gelas plastik bekas, plastik bekas tempat minyak goreng untuk dijadikan sebagai pot tanaman yang akan kita tanam.
Setelah barang-barang bekas yang akan kita jadikan sebagai pot tanaman kita siapkan, maka langkah selanjutnya kita siapkan benih dari tanaman yang kita harapkan. Sebagi contoh tanaman tomat, terong, cabe rawit, cabe merah, sawi dan lain sebagainya. Berikutnya masing-masing biji yang akan kita tanam dapat diambil dari buah tanaman apa yang kita inginkan sesuai harapan kita dan pilih biji yang berkualiatas baik (tidak rusak) Tahapan berikutnya botol, plastik bekas kita isi dengan campuran tanah, pupuk kandang sebagai pupuk dasar dan pasir (sekam) dengan perbandinga 1 : 1 ; 1 , kemudian campuran media tanam tadi diisi di masing-masing pot yang telah kita siapkan. Setelah semua pot tersisi media, langkah berikutnya masukkan biji tanaman sesuai dengan keinginan kita. Isi masing- masing pot dengan cukup 1 biji bakal tanaman saja dengan harapan pada saat bibit tanaman sudah tumbuh tidak akan terjadi persaingan dalam penyerapan unsur hara yang ada di tiap=tiap pot. Lakukan penyiraman minimal satu hari satu kali. Setelah umur tanaman mencapai 7 hari setelah tanam, perlakuan berikutnya adalah memberikan nutrisi berupa pupuk. Pengalaman saya pemberian pupuk dilakukan dengan cara disiram ( dikocor) artinya pupuk NPK dilarutkan dalam air dengan perbandingan 1 liter air dimasukkan pupuk NPK 2 sendok makan diaduk hingga pupuk NPK bener-bener larut dan setelah itu baru disiramkan. Hal ini dapat dilakukan pada tanamann berumur 1 bulan, setelah itu tidak perlu diberikan pupuk lagi. Jangan lupa untuk beberapa tanaman seperti terong, tomat, cabe rawit dan cabe merah perlu diberikan ajir (bamboo penyangga) untuk menjaga tanaman agar tidak roboh. Langkah terakhir…cukup tinggal menunggu hasil panen. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi pembaca serta dapat memberikan solusi kecil dalam menjaga ketahanan pangan di situasi pandemic Covid-19.
Selamat Mencoba… (*)
*) Penulis Adalah : Pengajar di SMK Gula Rajawali Madiun