PRODI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA WIMA SEMAKIN PEDE
![]() |
Oleh : Dra. Agnes Adhani, M.Hum |
UNIVERSITAS Katolik Widya Mandala Surabaya berhasil memenangi hibah Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dari Dirjen Belmawa Kemendikbud pada 20 Oktober 2020. Hibah ini dicanangkan untuk “membantu” mahasiswa dan institusi di daerah terdepan, perpencil, dan tertinggal agar dapat menyelenggarakan pembelajaran secara daring pada masa pandemi Covid-19. Dirjen Belmawa (Pembelajaran dan Kemahasiswaan) menyeleksi Universitas, Institut, Sekolah Tinggi di Indonesia yang terakreditasi A atau B untuk melaksanakan pembelajaran dari pada mata kuliah tertentu di Program Sarjana. Bersama dengan Universitas Gunadarma Jakarta dan Universitas Nusantara PGRI Kediri, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya bersinergi memberdayakan STKIP Nias Selatan yang berencana mengembangkan diri menjadi universitas.
PERJUANGAN Pak Nugi dan Bu Winda membawa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia ikut memberikan sumbangsih dan berkiprah di tingkat nasional. Moda pembelajaran daring milik Universitas Karolik Widya Mandala Surabaya yang diberi nama Bella (belajar dan berlatih) telah diakui secara nasional dan layak dikembangkan untuk memberdayakan perguruan tinggi lain. Program RPL ini telah berlangsung dan memasuki Ujian tengah Semester (UTS). Kambing hitam dan kendala pembelajaran daring adalah jaringan dan sinyal. Kehadiran mahasiswa yang mental dan hilang dari kelas, zoom yang terhenti, terpental, dan sinyal yang munyer-munyer merupakan sajian harian dalam pembelajaran daring berjarak terlalu jauh. Namun hal ini tak menyurutkan dosen pengampu mata kuliah untuk bisa “mengajar” dengan sebaik-baiknya. Budaya kelisanan yang selama ini mendominasi pembelajaran “minta dihadirkan setiap jam kuliah, rendahnya kemampuan literasi baca dan digital, kdang membuat para pengajar patah arang. Kiat yang dilakukan agar program tetap berjalan adalah meminta bantuan dosen pembimbing dari kampus asal, menunjuk salah satu mahasiswa menjadi tutor sebaya, khususnya dalam membanu teman-temannya agar bisa masuk Bella, mengisi presensi, mengunduh materi, terlibat dalam forum diskusi, mengunduh tugas,dan mengunggah tugas. Selain kendala jaringan dan sinyal, ternyata terjadi juga adanya mahasiswa yang tidak memiliki laptop dan smartphone.
DENGAN bantuan WA grup, kendala bisa diminimalkan, bahkan kegiatan pembelajaran sudah berlangsung separuh jalan. Kelas berikutnya adalah gabungan mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Wima bergabung dalam stu kelas dengan mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP Nias Selatan. Sambutan penuh kekeluargaan dalam perjumpaan virtual membuat cakrawala pandang semakin luas. Ada salam baru yang dikenal dari Nias Selatan, yaitu yaahowu yang berarti ‘syallom, salam sejahtera’.
Profesiat Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Katolik WIdya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun.